Dari Frustrasi ke Kode Pertama
Ini dimulai dari sebuah masjid di pinggir kota, sekumpulan catatan di buku kecil, dan pertanyaan yang tidak bisa berhenti berputar di kepala: kenapa tidak ada yang membuat ini dengan serius?
Agustus 2025. Saya sedang duduk di selasar masjid setelah Jumat, menunggu hujan reda. Pengurus masjid di sebelah saya sedang menelepon seseorang, meminta nomor rekening untuk ditransfer infak. Ia menuliskan angkanya di punggung tangannya karena tidak ada kertas.
Saya bertanya berapa total infak hari itu. Ia tersenyum sambil mengangkat bahu. "Belum dihitung. Nanti malam baru tahu." Masjid itu sudah berdiri 30 tahun. Masih mencatat keuangan di buku catatan yang covernya sudah kusam.
Itu bukan pertama kalinya saya melihat ini. Tapi entah kenapa, hari itu sesuatu klik. Bukan marah. Lebih ke pertanyaan yang jujur: kenapa tidak ada yang membangun ini dengan serius? Bukan aplikasi "cari masjid" atau jadwal salat. Tapi infrastruktur yang sungguh-sungguh untuk komunitas masjid?
Malamnya saya mulai menulis. Bukan kode, tapi pertanyaan. Apa yang sebenarnya dibutuhkan? Siapa penggunanya? Apa yang membuat ini berbeda dari yang sudah ada? Buku kecil itu penuh dalam dua malam.
Kode pertama ditulis seminggu kemudian. Belum tahu mau jadi apa. Tapi sudah tidak bisa berhenti.
Ada masukan atau pertanyaan?
Hubungi kami