Masalah Haji yang Tidak Ada di App Store
Setiap musim haji, ribuan jemaah terpisah dari rombongan. GPS tidak cukup di keramaian Mina. Jaringan seluler tidak selalu ada. Kami membangun sistem yang bekerja ketika koneksi putus, menggunakan sinyal Bluetooth sebagai jaring pengaman lokal.
Musim haji 2023, seorang jemaah asal Jawa Timurterpisah dari rombongannya di Mina selama lebih dari 6 jam. Nomor telepon tidak tersambung. GPS tidak bisa menentukan lokasi akurat di tengah kerumunan jutaan orang. Ia akhirnya ditemukan oleh petugas Saudi setelah sempat panik dan mencoba mencari sendiri. Ini bukan kasus langka. Ini terjadi setiap tahun, di setiap kloter.
Masalahnya adalah kombinasi dari tiga hal: kerumunan yang padat membuat GPS tidak akurat, sinyal seluler sering penuh atau tidak tersedia, dan rombongan yang besar membuat koordinasi manual tidak mungkin dilakukan secara real-time.
BLE Lost Pilgrim Tracker menggunakan pendekatan yang berbeda dari semua solusi yang ada. Setiap anggota rombongan yang menggunakan Surau secara otomatis memancarkan sinyal Bluetooth Low Energy. Perangkat-perangkat itu saling berkomunikasi membentuk jaringan lokal. Ketua rombongan bisa melihat siapa yang masih "dalam jangkauan" secara Bluetooth tanpa membutuhkan koneksi internet sama sekali.
Ini bukan solusi sempurna. Bluetooth punya keterbatasan jarak dan bisa terhalang keramaian. Tapi dalam konteks rombongan haji yang seharusnya berjalan bersama, 30-40 meter adalah jarak yang cukup untuk tahu bahwa seseorang sudah terlalu jauh dari kelompok.
Teknologi yang paling bermanfaat sering bukan yang paling canggih, tapi yang paling tepat untuk masalah yang nyata.
Ada masukan atau pertanyaan?
Hubungi kami